Simulasi ke 2 Asesmen Lapangan Daring Internal Prodi Teknik Informatika


Pamulang – LPM kembali lakukan simulasi internal yang kedua untuk Prodi TI. Salah satu Prodi Terakhir yang belum akreditasi pada periode ini. Simulasi internal yang kedua ini diselenggarakan pada 24 November 2020 dan ini merupakan simulasi yang ke 9 secara internal. Adapun narasumber simulasi internal dipimpin oleh Dr. M. Wildan, S,S., MA. Turut hadir juga pada kegiatan simulasi ini Rektor Universitas Pamulang Dr. H. Dayat Hidayat, MM., Para Wakil Rektor, Para Dekan, Para Kaprodi Universitas Pamulang, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu beserta tim, serta Ketua IT center dan tim. Sununan acara dalam kegiatan ini terdiri dari pembukaan, sambutan-sambutan, sesi asesmen daring, evaluasi dan penutup.

Selanjutnya, ketua LPM menyampaikan maksud dan tujuan Simulasi AL yang ke 2 ini. .

“Tujuan diselenggarakannya simulasi yang kedua ini adalah untuk melihat bagaimana dokumen yang sudah disiapkan dan untuk melihat bagaimana persiapan dari segi sarana dan prasarana. Serta untuk mempersiapkan bahwa simulasi ini sama seperti AL sebenarnya. Sehingga kecepatan dan keakuratan dokukmen harus disiapkan dari sekarang. Terutama yang disampaikan pada simulasi AL pertama dahulu” Paparnya.

Di antara catatan-catatan asesor pada simulasi kali ini adalah:

  • Ketika asesor menulis tidak “dideskripsikan” maka dapat disanggah dengan dideskripsikan dengan bukti fisik yang ada. Perlu ada penambahan deskripsi di borang, melalui data yang disajikan misalnya : rensra, kode etik, dll.
  • Bagaimana caranya menyakinkan asesor untuk menyertakan bukti fisik terkait dengan kepemimpinan organisasi dengan kepemimpinan public.
  • Penjaminan mutu apakah ada bukti fisik yang diberikan tentang panjaminan mutu tingkat prodi? Isi penjaminan mutu tidak hanya sekedar intruksi tetapi adanya hasil penjaminan mutu yang dilakukan oleh prodi.
  • Catatan Asesor: Asesor akan meminta revisi atau klarifikasi borang, sehingga dapat melengkapi deskripsinya. Kata “tidak ” dihapus menjadi ada deskripsi disertai bukti fisik sehingga asesor dapat menerima klarifikasi yang dibuktikan.
  • Pada penjaminan mutu terdapat catatan adanya kekurangan proyektor, adakah bukti fisik penambahan proyektor.
  • Terdapat perbedaan antara apa yang disampaikan dekan dengan fasilitas yang lengkap, namun di prodi terdapat temuan kurangnya proyektor, AC, dll. Harus dijelaskan saat kapan mengambil data tersebut.
  • Prodi dapat memberikan gamabaran matakuliah yang dihapus dan bertambah, karena dalam catatan asesor kurang keterbaruan keilmuan.
  • Asesor menginginkan adanya matakuliah baru sebagai bahan penilaian. Maka harus ada strategi yang digunakan untuk dapat memenuhi nilai koordinasi dengan LP3 untuk penambahan matakuliah.
  • Traccer study perbaiki update
  • Kata “tidak ada” dalam catatan asesor menjadi ada dibuktikan dengan kelengkapan data.
  • Penggalangan dana dan jejaring alumni tidak ada, maka dapat dipersiapkan untuk merubah menjadi ada. (ZN)